Vermillion bokura ha ikiru koto ni shigamitsuita keredo
Vermillion sore wo kakkou warui to ha omowanai
Massugu-sugiru kimi dakara
Jibun no isu ga mienai to
Fuyu no eda no you ni pokkiri oreru you de shinpai nanda
Ano hi marumeta mama no kamikire wo oshitsukete hashittetta
--Boku wo oboete ite--
Yubi de moji wo nazotte ha oogoe de naita yuubae
Vermillion bokura ha ikiru koto ni shigamitsuita keredo
Vermillion sore wo kakkou warui to ha omowanai
Shiranu ma ni tsukutteta
Kasurikizu kara afureru
Sono akaku itoshii mono
Te wo furezu ni mitsumete ita yo
Mado no soto no kehai ni kimi no na wo yobinagara shagamikonda
Boku ha kono sekai no subete wo shitte ha ikenai
Tatoe kimi wo nakushitemo
Vermillion bokura no naka ni shizuka ni nagareteru mono ha
Vermillion ano sora yori akaku hageshii mono da yo
Akaku hageshii mono da yo
Mushou ni nodo ga kawaku no ha boku ni umarehajimeta
Ikitai to iu sakebitai hodo no shinjitsu
Vermillion bokura ha ikiru koto ni shigamitsuita keredo
Vermillion sore wo kakkou warui to ha omowanai
Vermillion bokura no naka ni shizuka ni nagareteru mono ha
Vermillion ano sora yori akaku hageshii mono da yo
Akaku hageshii mono da yo
Love Indonesia
Thursday, January 24, 2013
Wednesday, January 23, 2013
I remember you
When things get me down these days
I miss you
seems that you were there for me
When I needed Someone to rely on
And now I find myself alone without you
I didn't have the nerve to say
or stop you when I had the chance
The day you went away
I should have stopped you just to say
What I feel now oh
So I'll take this time to say
There might be left no other way
I always wanted you to be around
I remember you, even now
I was the fool, I've found out
Is it too late or Can I still be heard
I love you so even now
What could not be said, can somehow
These words that are true,
I hope will be found
We write each other like
any good friends would
I keep trying to forget but I can't
I can't undo the memory of you
Around this time of year
It hurts me now that you're not here
to hear these words oh
So on this special day
I'll find the nerve enough to say
I didn't want to be the lonely one.
* I remember you, even now
I was the fool, I've found out
Is it too late or
Can I still be heard
** I love you so, even now
What could not be said, can somehow
These words that are true,
I hope will be found
So on this special day
I'll find the nerve enough to say
I always wanted you to be around
I miss you
seems that you were there for me
When I needed Someone to rely on
And now I find myself alone without you
I didn't have the nerve to say
or stop you when I had the chance
The day you went away
I should have stopped you just to say
What I feel now oh
So I'll take this time to say
There might be left no other way
I always wanted you to be around
I remember you, even now
I was the fool, I've found out
Is it too late or Can I still be heard
I love you so even now
What could not be said, can somehow
These words that are true,
I hope will be found
We write each other like
any good friends would
I keep trying to forget but I can't
I can't undo the memory of you
Around this time of year
It hurts me now that you're not here
to hear these words oh
So on this special day
I'll find the nerve enough to say
I didn't want to be the lonely one.
* I remember you, even now
I was the fool, I've found out
Is it too late or
Can I still be heard
** I love you so, even now
What could not be said, can somehow
These words that are true,
I hope will be found
So on this special day
I'll find the nerve enough to say
I always wanted you to be around
kimi no katachi
| KIMI no namae o yondara kokoro wa harewataru sora no you uso o kakusenai kimi no tsumuida kotoba wa maru de yasashii ongaku | when i call your name my heart becomes as clear as the sky the words that come from a lousy liar like you sound like gentle music to my ears |
| KIMI no namae o yondara kokoro wa odayaka na umi no you konna ni chikaku de aruku KIMI no sono shiroi ude o yubisaki ga kasumeta | when i call your name my heart becomes as calm as the sea as we walk so close like this my fingers brush against your fair-skinned arm |
| donna ni toki ga sugite sekai ga kioku o keshiteshimatte mo tabun itsu datte KIMI o omoidaseru ano kaze ga fuitara egao de te o furu yo | even after time passes and the world erases my memories i'm sure i will always remember you when the wind blows i will wave my hand with a smile |
| KIMI no ushiro o arukeba kokoro wa tondeyuku tori no you kizuitenakatta keredo fumidashita sono ippo ga itsumo yori karoyaka | when i walk behind you my heart flies like the bird you don't realize it but each step i take feels lighter than usual |
| massugu na manazashi mo hi ni sukeru koohiiiro shita kami mo zenbu itsu datte kitto omoidaseru nagareteyuku kumo no mashita de azayaka ni | everything, from the frankness in your eyes to the way the sun bounces off your coffee-brown hair i know i will always remember you under the drifting clouds with vivid detail |
| kono mama donna ni toki ga sugite sekai ga kioku o keshiteshimatta to shite mo itsu made mo KIMI o oboeteiru KIMI ga kureta hibi ga ima demo kagayaku yo | just like this even after time passes and the world erases my memories i will remember you for ever the days you gave me still shine even now http://www.animelyrics.com/jpop/eufonius/kiminokatachi.htm |
Masalah lingkungan dan Keracunan Bahan
Logam/Metaloid Pada Industri
A. Masalah
Lingkungan Dalam Pembangunan Industri
Industri adalah merupakan suatu sektor yang sangat penting
untuk meningkatan perekonomian nasional, karena dari industrilah pendapatan
perekonomian nasional kita dapat meningkat, walaupun peningkatannya tersebut
belum begitu besar. Selain itu Industri dapat menjadikan indonesia menjadi
negara yang tidak bergantung lagi terhadap hasil produksi luar negeri untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri. Itulah mengapa indutri merupakan salah satu sektor
yang sanagat penting dalam peekonomian.
Banyak Industri-industri yang dibangun oleh pemerintah kita
untuk menyokong perekonomian Indonesia, namun dalam pembangunannya pemerintah
dan pihak pengembang tidak memperhatikan lingkungan tempat dimana industri
tersebut dibangun, seingga banyak sekali lingkungan-lingkungan sekitar proyek
perindustrian tersebut menjadi rusak parah, ini akibat tidak bertanggung
jawabnya pemerintah dalam memperhatikan kelestarian lingkungan.
Berikut ini merupakan masalah lingkungan yang terjadi di
areal perindustrian:
1. Udara disekitar
industri menjadi sangat buruk, dikarenakan gas buang berupa asap membumbung
tinggi di udara bebas.
2. Daerah sekitar
industri menjdi panas, ini akibat adanya peningkatan suhu yang ekstrim yang
dihasilkan oleh gas-gas buang industri tersebut.
3. Tercemarnya
sumber-sumber mata air sekitar industri, akibat pembuangan limbah ke
sumber-sumber mata air tersebut.
4. Industri juga dapat
mempengaruhi peningkatan pemanasan global (global warming), yang saat ini
sedang dilakukan pencegahan agar tidak lebih meluas.
5. Pembangunan industri
dapat menyebabkan banjir karena kurangnya daerah resapan air, daerah-daerah
hijau atau resapan air sudah berubah fungsi menjadi daerah perindustrian.
6. Polusi suara yang
dihasilkan oleh deru-deru mesin produksi yang tak henti-henti, Polusi
suara dapat membisingkan telinga warga yang tinggal disekitar areal
perindustrian.
Itulah beberapa masalah-masalah lingkungan yang mungkin akan
timbul jika adanya pembangunan sebuah industri disekitar kita.
Maka dari itu seharusnya sebelum membangun atau mendirikan
sebuah industri yang mungkin dalam skala besar, terlebih dahulu memperhatikan
beberapa prinsip-prinsip dalam pembangunan proyek industri terhadap lingkungan
sekitarnya, prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1. Evaluasi pengaruh
sosial ekonomi dan ekologi baik secara umum maupun khusus.
2. Penelitian dan
pengawasan lingkungan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dari sini
akan didapatkan informasi mengenai jenis perindustrian yang cocok dan
menguntungkan.
3. Survey mengenai
pengaruh-pengaruh yang mungkin timbul pada lingkungan.
4. Berdasarkan
petunjuk-petunjuk ekologi dibuat formulasi mengenai kriteria analisa biaya,
keuntungan proyek, rancangan bentuk proyek dan pengelolaan proyek.
5. Bila penduduk setempat
terpaksa mendapat pengaruh negatif dari pembangunan proyek industri ini, maka
buatlah pembangunan alternatif atau dicarikan jalan untuk kompensasikerugian
sepenuhnya.
Demikianlah prinsip-prinsip yang dapat dijalankan sebelum
mendirikan ataupun membangun sebuah industri, jika dengan benar-benar
dijalankan akan menguntungkan kedua belah pihak baik pemilik industri tersebut
ataupun warga yang tinggal disekitar industri tersebut.
B. Keracunan Bahan Logam/Metaloid Pada Industrialis
Banyak sekali kecelakaan-kecelakaan yang terjadi dalam
melkukan pekerjaan disektor perindustrian, salah satunya adalah keracunan,
dalam ulisan ini saya akan menuliskan keracunan bahan logam/metaloid dalam
proses industrialis.
Racun-racun logam/metaloid beserta
persenyawaan-persenyawaannya yang sering terjadi pada industrialis adalah
berasal dari timah hitam, air raksa, arsen,chromium, berrylium, cadmium,
vanadium dan fosfor.
Berikut ini penjelasan dari beberapa logam yang disebutkan
diatas:
1. Timah hitam
Keracunan timah hitam (plumbisme) biasanya merupakan suatu
keadaan kronis (menahun) dan kadang gejalanya kambuh secara periodik.
Kerusakan yang terjadi bisa bersifat permanen (misalnya gangguan kecerdasan
pada anak-anak dan penyakit ginjal. Progresif
pada dewasa).
Timah hitam ditemukan pada
Pelapis keramik
Cat
Batere
Solder
Mainan
Pemaparan oleh timah hitam dalam jumlah relatif besar bisa
terjadi melalui beberapa cara:
Menelan serpihan cat yang mengandung timah hitam
Membiarkan alat logam yang mengandung timah hitam (misalnya
peluru, pemberat tirai, pemberat alat pancing atau perhiasan) tetap berada
dalam lambung atau persendian, dimana secara perlahan timah hitam akan larut
Meminum minuman asam atau memakan makanan asam yang telah
terkontaminasi karena disimpan di dalam alat keramik yang dilapisi oleh timah
hitam (misalnya buah, jus buah, minuman berkola, tomat, jus tomat, anggur, jus
apel)
Membakar kayu yang dicat dengan cat yang mengandung timah
hitam atau batere di dapur atau perapian
Mengkonsumsi obat tradisional yang mengandung senyawa timah
hitam
Menggunakan perabotan keramik atau kaca yang dilapisi timah
hitam untuk menyimpan atau menyajikan makanan
Minum wiski atau anggur yang terkontaminasi oleh timah hitam
Menghirup asap dari bensin yang mengandung timah hitam
Bekerja di tempat pengolahan timah hitam tanpa menggunakan
alat pelindung (seperti respirator, ventilasi maupun penekan debu).
Pemaparan timah hitam dalam jumlah yang lebih kecil, terutama
melalui debu atau tanah yang telah terkontaminasi oleh timah hitam, bisa
meningkatkan kadar timah hitam pada anak-anak; karena itu perlu diberikan
pengobatan meskipun tidak ditemukan gejala.
Serangkaian gejala yang khas bisa timbul dalam waktu beberapa
minggu atau lebih, yaitu berupa perubahan kepribadian, sakit kepala, di dalam
mulut terasa logam, nafsu makan berkurang dan nyeri perut samar-samar yang
berakhir dengan muntah, sembelit serta nyeri kram
perut. Pada dewasa
jarang
terjadi
kerusakan otak.
Pada anak-anak, gejalanya diawali dengan rewel dan
berkurangnya aktivitas bermain selama beberapa minggu. Kemudian gejala yang
serius timbul secara mendadak dan dalam waktu 1-5 hari menjadi semakin
memburuk, yaitu berupa:
muntah menyembur yang berlangsung terus menerus
berjalan goyah/limbung
kejang
linglung
mengantuk
kejang yang tak terkendali dan koma.
2. Air Raksa
Air raksa atau merkuri (Hg) merupakan suatu bahan kimia yang
diperlukan dan dipakai oleh banyak industri seperti industri cat, pestisida,
farmasi serta dipakai sebagai bahan campuran tumpatan gigi yaitu amalgam.
Keracunan air raksa seperti halnya dengan logam berat lainnya
dapat terjadi melalui berbagai jalan antara lain melalui pernapasan, suntikan
serta makanan dan minuman yang tercemar, ini salah satu bentuk keracunan air
raksa yang dapat terjadi yaitu:
1. Sebagai akibat air
raksa cair atau uapnya
2. Sebagai akibat kontak
kulit dengan persenyawaan Hg-fulmitat
3. Sebagai persenyawaan
air raksa organis
Berhati-hatilah anda jika anda bekerja dengan menggunakan
bahan kimia yang sangat berbahaya salah satunya air raksa.
3.Arsen
Arsen, arsenik, atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini
adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik;
kuning, hitam, dan abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida , herbisida ,insektisida ,
dan dalam berbagai aloy .
Berikut ini adalah beberapa gejala yang akan ditimbulkan jika
anda keracunan arsenik, yaitu sebagai berikut:
Kerontokan rambut: merupakan tanda keracunan kronis logam
berat, termasuk arsen
Bau napas seperti bawang putih: merupakan bau khas arsen
Gejala gastrointestinal berupa diare: akibat racun
logam berat termasuk arsen
Muntah: akibat iritasi lambung, diantaranya pada
keracunan arsen.
Skin speckling: gambaran kulit seperti tetes hujan pada jalan
berdebu, disebabkan oleh Keracunan kronis arsen
Kolik abdomen: akibat keracunan kronis
Kelainan kuku: garis Mees (garis putih melintang pada
nail bed)dan kuk yang rapuh.
Kelumpuhan (umum maupun parsial): akibat keracunan logam
berat
4. Fosfor
Ada banyak sekali macam-macam fosfor namun yang sangat
beracun adalah dosfor jenis fosfor putih, dan fosfor ini banyak dipergunakan
sebagai bahan pembuatan racun tikus, racun serangga, pembuatan pupuk, pembuatan
mercon dan kembang api.
Akibat dari keracunan fosfor adalah sangat kompleks bisa
menimbulkan kerusakan pada hati, ginjal, tulang, saluran pencernaan,
pendarahan-pendarahan dan bila terhirup ke paru-paru bisa menimbulkan oedema
dan keruakan paru.
Demikianlah beberapa bahan kimia berbahaya yang dapat
saya jelaskan, pesan dari saya jika anda memiliki pekerjaan yang berkutat
dengan bahan-bahan kimia diharapkan waspada dan berhati-hati dalam mnjalankan
pekerjaan anda.
http://iambigsmart.wordpress.com/2010/12/04/masalah-lingkungan-dan-keracunan-bahan-logammetaloid-pada-industri/
Strategi Pengelolaan Lingkungan Hidup Indonesia Mendatang
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Mendatang
Pengelolaan lingkungan hidup sebagai usaha sadar untuk
memelihara dan atau melestarikan serta memperbaiki mutu lingkungan agar dapat
memenuhi kebutuhan manusia sebaik-baiknya. Pengelolaan lingkungan hidup
mempunyai ruang lingkup yang secara luas dengan cara beraneka ragam pula.
Secara garis besar ada 4 (empat) lingkup pengelolaan lingkungan hidup menurut
Otto Sumarwoto meliputi :
1.Pengelolaan lingkungan secara rutin.
2.Perencanaan dini dalam pengelolaan lingkungan suatu daerah
yang menjadi dasar dan tutunan bagi perencana pembangunan.
3.Perencanaan pengelolaan lingkungan berdasarkan perkiraan
dampak lingkungan yang akan terjadi sebagai akibat suatu proyek pembangunan
yang direncanakan.
4.Perencanaan pengelolaan lingkungan untuk memperbaiki
lingkungan yang mengalami kerusakan karena alamiah maupun ulah manusia sendiri
Manusia secara rutin mengolah lingkungannya, yang
dilaksanakan oleh masyarakat secara sehari-hari. Misalnya pembuangan sampah,
penyaluran limbah rumah tangga, petani secara rutin memelihara sengkedan, pengairan
sawah, memberantas hama, penyakit dan sebagainya. Walaupun kegiatan pengelolaan
lingkungan secara rutin namun kegiatan itu sering tidak disebut sebagai
pengelolaan rutin.
Perencanaan pengelolaan secara dini perlu dikembangkan untuk
dapat memberikan petunjuk pembangunan apa yang sesuai disuatu daerah, tempat
pembangunan itu dilakukan dan bagaimana pembangunan itu dilaksanakan. Karena
sifatnya bersifat dini, konflik antara lingkungan dan pembangunan dapat
dihindari atau dikurangi dengan pemecahan secara dini. Dengan demikian
pengelolaan lingkungan bukan merupakan hambatan pembangunan, melainkan
pendukung pembangunan.
Perencanaan lingkungan yang akhir-akhir ini banyak mendapat
perhatian yaitu mencakup aspek ketiga dan keempat, berturut-turut untuk rencana
proyek pembangunan dan untuk memperbaiki lingkungan yang mengalami kerusakan.
Perencanaan pengelolaan lingkungan untuk rencana proyek pembangunan umumnya
dilakukan berdasarkan perkiraan dampak apa yang diakibatkan dari proyek
tersebut. Metode perencanaan dampak lingkungan yang demikian ini disebut
Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), yang merupakan sarana untuk memeriksa
kelayakan rencana proyek dari segi lingkungan.
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Hidup
Masalah pembangunan dan pengembangan lingkungan hidup adalah
rutin dan komplek. Karena itu sulit ditanggulangi dan harus ditangani oleh
pemerintah dan masyarakat. Untuk itu perlu adanya kesadaran pelaksanaan program
dan pemahaman tentang apa yang mau dicapai dan harus mendorong masyarakat untuk
membangun pengembangan lingkungan.
Sekarang ini ada hambatan pembangunan yang mengakibatkan
lingkungan kemiskinan, ada 3 (tiga) hal yaitu :
Kemampuan mengerahkan tabungan yang cukup, tidak dipunyai.
Taraf
pendidikan, pengetahuan dan kemahiran masyarakat relatif rendah.
Kurangnya
perangsang untuk menanamkan modal.
Sehingga
kemiskinan melanda dimana-mana baik di kota maupun di desa, berakibat mendorong
untuk pengurasan kekayaan alam semena-mena dan merusak lingkungan untuk
mencukupi kebutuhan hidup. Sedangkan kebodohan atau
ketidaktahuan menyebabkan merusak lingkungan, karena belum ada kesadaran
menjaga dan melestarikannya.
Untuk mengatasi
permasalahan diatas, pembangunan yang dilaksanakan perlu adanya pendekatan
ekologis. Pembangunan yang memperhatikan kelestarian dan menghindari kerusakan
lingkungan yang sangat diperlukan dalam roda pembangunan, dengan pembangunan
berwawasan lingkungan (berdasarkan UU No. 4 tahun 1982 tentang lingkungan
hidup).
Pembangunan
berwawasan lingkungan diterapkan dengan tujuan untuk dapat mengolah sumber daya
alam secara bijaksana. Hal ini agar pembangunan yang dilaksanakan dapat
menopang pembangunan yang berkelanjutan bagi peningkatan kwalitas hidup rakyat,
dari generasi ke generasi sepanjang masa. Sehingga dengan pembangunan
berwawasan lingkungan, dapat menunjang lingkungan hidup yang lestari dan
serasi. Akhirnya pembangunan dapat dilaksanakan berkelanjutan yang terus
menerus mengadakan peningkatan kwalitas manusia dan lingkungannya.
3. Pendidikan Lingkungan Hidup
Pendidikan lingkungan hidup adalah suatu jalan bagi
pemecahan dalam masalah lingkungan hidup. Dengan jalan pendidikan lingkungan
dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, pengertian umum dalam melaksanakan
pembangunan dan pengelolaan sumber daya lingkungan hidup. Pendidikan lingkungan
itu dalam penerapannya meliputi pendidikan formal dan pendidikan non formal
agar meningkatkan kesadaran masyarakat dalam lingkungan hidup secara luas.
Tujuan pendidikan lingkungan antara lain untuk mencari
pemikiran baru dan perhatian terhadap masalah lingkungan yang dihadapi serta
mencari alternatif pemecahan sehingga kita dapat menentukan arah dan tujuan bagi
pembangunan dimasa kini dan yang akan datang. Sehingga dapat diharapkan dapat
mencegah masalah dan kerusakan lingkungan yang lebih parah dan lebih jauh
adanya usaha perbaikan ke arah keselarasan dan kelestarian lingkungan.
Bentuk pendidikan yang dilaksanakan dalam rangka
meningkatkan kesadaran keberadaan lingkungan dilaksanakan dalam berbagai
bentuk. Dalam pendidikan formal penekanan terhadap penyelenggaraan pendidikan
lingkungan lebih nyata wujudnya yang diajarkan diberbagai jenjang pendidikan
dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan formal. Sedangkan dalam pendidikan
non formal diterapkan dalam hal-hal yang nyata perilakunya dilapangan, baik di
kota maupun di pedesaan. Dengan demikian dapat memberikan kekompakan disegala
masyarakat untuk mensikapi dan berperilaku sehari-hari. Sehingga dapat
menumbuhkan generasi penerus yang sadar dan memahami keberadaan lingkungan
untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan pendidikan lingkungan hidup diharapkan juga dapat
meningkatkan kesadaran terhadap hukum dan tegaknya hukum lingkungan yang telah
ada yaitu UU No. 4 tahun 1982. Pelaksanaan supremasi hukum lingkungan oleh
aparat penegak hukum harus dilaksanakan secara jelas dan nyata, sehingga
ditaati oleh segala jenis masyarakat bersama-sama mematuhi dan menjunjung
tinggi keberadaannya. Sehingga dengan penegakan dan kesadaran hukum memberi
sumbangan besar yang dapat menciptakan kelestarian fungsi lingkungan untuk
sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
4. Industri Indonesia Yang
Ramah Lingkungan
Dalam pembangunan industri harus mengkaji ulang berbagai
pendekatan dan metode industrialisasi dengan memperhatikan keberadaan
lingkungan. Pendekatan tersebut seharusnya mengarah pada pembangunan industri
yang ramah lingkungan, yang merupakan industri bertumpu pada manajemen yang
selalu memperhatikan kaidah kelestarian lingkungan.
Di negara-negara maju penerapan industri ramah lingkungan
sudah dilaksanakan cukup lama setelah mengetahui dan merasakan sendiri segala
dampak yang ditimbulkan dari industrialisasi. Masalah lingkungan hidup
merupakan masalah global, artinya masalah lingkungan yang terjadi disuatu
negara dapat dirasakan pengaruhnya oleh negara lain pada permukaan bumi ini.
Misalnya hujan asam yang membuat pencemaran dan rusaknya lingkungan hidup di
danau-danau Canada akibat industri di Amerika serikat, bocornya reaktor nuklir
Cernobyle Rusia mengancam kehidupan di Eropa, kebakaran hutan di Indonesia
mengganggu kehidupan di Singapura dan Malaysia dan sebagainya.
Bahkan ancaman masalah lingkungan dunia ini yang akan
menimbulkan banyak kekhawatiran penghuninya muncul beberapa gagasan ahli
lingkungan dunia untuk bersama-sama saling memecahkan atau mengurangi
permasalahan lingkungan. Antara lain dengan koferensi lingkungan hidup dunia di
Swedia tahun 1972 yang banyak membantu meningkatkan kepedulian terhadap
lingkungan hidup. Hal ini ditindak lanjuti lagi dengan konferansi lingkungan
hidup di Rio De Jainero Brasil tahun 1990 yang dikenal dengan Konferensi
Bumi.
Dalam beberapa dekade ini bermunculan pula beberapa organisasi
pecinta alam, yang selalu mengkampanyekan lingkungan secara semangat, baik
didirikan oleh pemerintah maupun LSM dibanyak negara. Misalnya saja Greenpeace
yang didanai kerajaan Inggris yang sangat giat memperjuangkan kelestarian
lingkungan dibeberapa negara. Demikian juga di Indonesia banyak bermunculan LSM
(Lembaga Swadaya Masyarakat) dan pecinta alam yang saat ini sangat berperan
dalam usaha mengontrol beberapa lingkungan. Hanya saja peran pemerintah saat
ini belum mendukung sepenuhnya usaha pemerhati lingkungan ini, karena berkaitan
dengan kebijaksanaan politik dan kebijaksanaan lainnya.
Oleh karena itu sudah saatnya pembangunan industrialisasi
ini harus menuju pada industri yang ramah lingkungan. Pembangunan industri yang
ramah lingkungan ini tidak hanya kebijaksanaan dan penerapan hanya dikontrol
oleh pemerintah saja, tetapi perlu memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi
komponen bangsa yaitu warga masyarakat untuk ikut aktif mengontrol
pelaksanaannya. Masyarakat harus dilibatkan semua, artinya yang sangat peduli
tentang keberadaan lingkungan. Misalnya masyarakat umum, masyarakat kampus,
lembaga swadaya masyarakat, pemerhati lingkungan dan organisasi pecinta alam.
Sehingga masyarakat dapat mengadakan penentangan terhadap industri yang tidak ramah
lingkungan dikemudian hari.
Industri ramah lingkungan ini harus diperhatikan banyak hal
yang mengarah pada segala sepak terjangnya dan memacu pada kelestarian
lingkungan serta tidak ada upaya merusak lingkungan. Misalnya industri yang ada
atau pendirian industri harus lolos dalam kelayakan rencana industri dari segi
lingkungan atau Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL).
Diharuskan industri yang ada di Indonesia memiliki sarana
pembuangan limbah dan cerobong asap yang baik sekaligus penetralisir terhadap
masalah lingkungan yang dapat ditimbulkan. Memang jika melihat hal ini
menganggap bahwa pengelolaan limbah hal yang sepele, tetapi dampaknya sangat
besar terhadap lingkungan secara global.
Dalam segi bahan baku diharapkan industri mendatang
mengurangi atau meninggalkan segala jenis bahan yang dapat merusak lingkungan
seperti gas CFC, Feom, Neon, Metanol, Plastik dan sebagainya yang merusak
lingkungan.Tentang bahan
bakar yang digunakan harus dapat dikurangi dan diganti dengan bahan bakar yang
tidak merusak lingkungan. Selain itu seyogyanya pemerintah melarang industri
memproduksi barang yang menambah kerusakan lingkungan. Untuk itu peran generasi
mendatang yang akan menentukan keberadaan lingkungan.
Disamping itu
pendirian industri harus diperhatikan kaidah ekonomi, adanya sentralisasi
industri yang banyak terjadi di kota-kota besar harus dirubah dengan adanya
pembatasan pendirian industri di daerah tersebut. Selanjutnya perlu dipikirkan
pengalihan lokasi daerah baru ke tempat lain agar mengurangi masalah yang ada.
Dengan mengalihkan ke pedesaan atau di wilayah yang masih kosong atau sedikit
industrinya. Hal ini juga perlu adanya keseimbangan keberadaan industri. Maksud
keseimbangan ini adalah keberadaan industri di perkotaan dan di pedesaan,
antara industri perkotaan dan pedesaan harus ada pembagian produksi yang
merata. Misalnya industri pedesaan bergerak dalam industri primer seperti hasil
pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan dan sebagainya, yang langsung
dimanfaatkan masyarakat konsumen atau industri ringan atau industri kecil. Sedangkan
industri di perkotaan merupakan industri lanjutan yang mengolah bahan baku
menjadi barang jadi atau disebut industri berat atau industri besar. Sehingga
dalam kegiatan industri tidak saling mematikan, tetapi saling mendukung agar
Indonesia menjadi negara industri yang tangguh dan sebagai perwujudan
pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2012/06/28/strategi-pengelolaan-lingkungan-hidup-indonesia-mendatang-467800.html
PERTAMBANGAN
CARA PENGOLAHAN
PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN
Sumber
daya bumi di bidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk
tercapainya pembangunan. Dan untuk ini perlu adanya survey dan evaluasi yang
terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang besar dengan
sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara ekologis.
Penggunaan
ekologis dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam rangka meningkatkan
mutu hasil pertambangan dan untuk memperhitungkan sebelumnya pengaruh aktivitas
pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam lingkungan yang lebih
luas.
Segala
pengaruh sekunder pada ekosistem baik local maupun secara lebih luas perlu
dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan
sedapatnya evaluasi sehingga segala kerusakan akibat pembangunan pertambangan
ini dapat dihindari atau dikurangi, sebab melindungi ekosistem lebih mudah
daripada memperbaikinya.
Dalam
pemanfaatan sumber daya pertambangan yang dapat diganti perencanaan, pengolahan
dan penggunaanya harus hati-hati seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa
generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan
ini.
KECELAKAAN DI
PERTAMBANGAN
Usaha
pertambangan adalah suatu usaha yang penuh dengan bahaya. Kecelakaan-kecelakaan
yang sering terjadi, terutama pada tambang-tambang yang lokasinya jauh dari
tanah. Kecelakaan baik itu jatuh, tertimpa benda-benda, ledakan-ledakan maupun
akibat pencemaran atau keracunan oleh bahan tambang. Oleh karena itu tindakan –
tindakan penyelamatan sangatlah diperlukan, misalnya memakai pakaian pelindung
saat bekerja dalam pertambangan seperti topi pelindung, but, baju kerja, dan
lain – lain.
Contoh
sederhana karena kecelakaan kerja adalah terjadinya lumpur lapindo yang
terdapat di Porong, sidoarjo. Tragedi semburan lumpur lapindo yang terjadi
beberapa tahun silam, setidaknya menjadi bukti adanya kelalaian pekerja tambang
minyak yang lupa menutup bekas lubang untuk mengambil minyak bumi. Semburan di
Porong, sidoarjo bukan fenomena baru di kawasan Jawa Timur. Fenomena yang sama
terjadi di Mojokerto, Surabaya, Gunung Anyar, Rungkut, Purwodadi, jawa Tengah.
Bila
melihat empat lokasi tersebut, Porong ternyata berada pada jalur gunung api
purba. Gunung api ini mati jutaan tahun yang lalu dan tertimbun lapisan batuan
dengan kedalaman beberapa kilometer dibawah permukaan tanah saat ini. Tinjauan
aspek geologi dan penelitian sempel material lumpur di laboratorium yang
dilakukan Tim Ahli Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) sejak juni hingga
pertengahan juli menunjukkan, material yang dikeluarkan ke permukaan bumi
memang berasal dari produk gunung berap purba.
PENYEHATAN LINGKUNGAN
PERTAMBANGAN
Program
Lingkungan Sehat bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih
sehat melalui pengembangan system kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan
pembangunan lintas sektor berwawasan kesehatan
Adapun kegiatan pokok untuk mencapai tujuan tersebut meliputi:
(1).
Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar
(2)
Pemeliharaan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan
(3)
Pengendalian dampak risiko lingkungan
(4)
Pengembangan wilayah sehat.
Pencapaian
tujuan penyehatan lingkungan merupakan akumulasi berbagai pelaksanaan kegiatan
dari berbagai lintas sektor, peran swasta dan masyarakat dimana pengelolaan
kesehatan lingkungan merupakan penanganan yang paling kompleks, kegiatan
tersebut sangat berkaitan antara satu dengan yang lainnya yaitu dari hulu berbagai
lintas sector ikut serta berperan (Perindustrian, KLH, Pertanian, PU dll) baik
kebijakan dan pembangunan fisik dan Departemen Kesehatan sendiri terfokus
kepada hilirnya yaitu pengelolaan dampak kesehatan.
Sebagai
gambaran pencapaian tujuan program lingkungan sehat disajikan dalam per
kegiatan pokok melalui indikator yang telah disepakati serta beberapa kegiatan
yang dilaksanakan sebagai berikut:
Penyediaan
Air Bersih dan Sanitasi
Adanya
perubahan paradigma dalam pembangunan sektor air minum dan penyehatan
lingkungan dalam penggunaan prasarana dan sarana yang dibangun, melalui
kebijakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang ditandatangani oleh
Bappenas, Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri serta Departemen
Pekerjaan Umum sangat cukup signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan
penyediaan air bersih dan sanitasi khususnya di daerah. Strategi pelaksanaan
yang diantaranya meliputi penerapan pendekatan tanggap kebutuhan, peningkatan
sumber daya manusia, kampanye kesadaran masyarakat, upaya peningkatan
penyehatan lingkungan, pengembangan kelembagaan dan penguatan sistem monitoring
serta evaluasi pada semua tingkatan proses pelaksanaan menjadi acuan pola
pendekatan kegiatan penyediaan Air Bersih dan Sanitasi.
Direktorat
Penyehatan Lingkungan sendiri guna pencapaian akses air bersih dan sanitasi
diperkuat oleh tiga Subdit Penyehatan Air Bersih, Pengendalian Dampak Limbah,
Serta Penyehatan Sanitasi Makanan dan Bahan Pangan juga didukung oleh kegiatan
dimana Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan donor agency internasional,
seperti ADB, KFW German, WHO, UNICEF, dan World Bank yang diimplementasikan
melalui kegiatan CWSH, WASC, Pro Air, WHO, WSLIC-2 dengan kegiatan yang
dilaksanakan adalah pembinaan dan pengendalian sarana dan prasarana dasar
pedesaan masyarakt miskin bidang kesehatan dengan tujuan meningkatkan status
kesehatan, produktifitas, dan kualitas hidup masyarakat yang berpenghasilan
rendah di pedesaan khususnya dalam pemenuhan penyediaan air bersih dan
sanitasi.
Pengalaman
masa lalu yang menunjukkan prasarana dan sarana air minum yang tidak dapat
berfungsi secara optimal untuk saat ini dikembangkan melalui pendekatan
pembangunan yang melibatkan masyarakat (mulai dari perencanaan, konstruksi,
kegiatan operasional serta pemeliharaan).
Disadari
bahwa dari perkembangan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan serta didukung oleh
berbagai lintas sektor terkait (Bappenas, Depdagri dan PU) melalui kegiatan
CWSH, WASC, Pro Air, WSLIC-2 terdapat beberapa kemajuan yang diperoleh
khususnya dalam peningkatan cakupan pelayanan air minum dan sanitasi dasar
serta secara tidak langsung meningkatkan derajat kesehatan.
Berdasarkan
sumber BPS tahun 2006, pada tabel berikut: akses rumah tangga terhadap
pelayanan air minum s/d tahun 2006, terjadi peningkatan cakupan baik di
perkotaan maupun perdesaan, yaitu di atas 70%. Bila dibandingkan dengan tahun
2005 terjadi penurunan hal ini disebabkan oleh adanya perubahan kriteria
penentuan akses air minum.
Dari
segi kualitas pelayanan Air Minum yang merupakan tupoksi dari Departemen
Kesehatan,
Direktorat Penyehatan Lingkungan telah melakukan berbagai kegiatan melalui
pelatihan surveilans kualitas air bagi para petugas
Provinsi/Kabupaten/Kota/Puskesmas, bimbingan teknis program penyediaan air
bersih dan sanitasi kepada para pengelola program di jajaran provinsi dan
kabupaten/kota hal ini bertujuan untuk peningkatan kualitas pengelola program
dalam memberikan air yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Untuk
indikator kualitas air yang dilaporkan baik dari air bersih maupun air minum
yang dilihat dari aspek Bakteriologis (E.Coli dan Total Coliform) terlihat
adanya penurunan pencapaian cakupan, hal ini karena baru 11 provinsi yang
melaporkan dan terlihat masih dibawah nilai target cakupan yang ditetapkan
tahun 2006 (Target Air minum 81% dan air bersih 56,5%) dengan keadaan ini perlu
adanya penguatan dari jajaran provinsi melalui peningkatan kapasitas
(pendanaan, laboratorium yang terakreditasi, kemampuan petugas) dan regulasi
sehingga daerah dapat lebih meningkatkan kegiatan layanan terkait kualitas air
minum.
PENCEMARAN DAN PENYAKIT-PENYAKIT YANG MUNGKIN TIMBUL KARENA AKTIFITAS PERTAMBANGAN
Menurut
saya pertambangan memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya
semua kehidupan di bumi ini menggunakan bahan-bahan yang ada di pertambangan.
Contohnya;
a)
Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah
tangga,mobil,motor,dll
b)
Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c)
Emas digunakan untuk membuat kalung,anting,cincin
d)
Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e)
Dan masih banyak lagi seperti perak,baja,nikel,batu bara,timah,pasir kaca,dll
Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan kerusakan lingkungan di pertambangan adalah;
Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan kerusakan lingkungan di pertambangan adalah;
1.
Pembukaan lahan secara luas
Dalam
masalah ini biasanya investor membuka lahan besar-besaran,ini menimbulkan
pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor
banyak memakan korban jiwa.
2.
Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui.
Hasil
petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi
kendala untuk masa-masa yang akan datang. Dan bagi penerus atau cicit-cicitnya.
3. Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi risih.
3. Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi risih.
Biasanya
pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan
biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga
menjadi kesal.
4. Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya.
4. Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya.
Dari
sepenggetahuan saya bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya
tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali,sungai,ataupun
laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di
filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.
5.
Pencemaran udara atau polusi udara.
Di
saat pertambangan memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah,biasanya
penambang tidak memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini
mengakibatkan rusaknya ozon.
Sejauh
mana Anda mengetahui tentang cara pengelolaan pembangunan Pertambangan
Dari petinjauan saya,bahwa pengelolaan pembangunan pertambangan membutuhkan dana dari investor,tenaga kerja yang terlatih,alat-alat pertambangan,dan area pertambangan. Dari survey saya, pertambangan di Indonesia ada dua jenis, yang pertama lewat jalan illegal,yang kedua non-ileggal. Biasanya yang membedakan illegal dan non-illegal adalah hak pertambangan meliputi pajak negara.
Dari petinjauan saya,bahwa pengelolaan pembangunan pertambangan membutuhkan dana dari investor,tenaga kerja yang terlatih,alat-alat pertambangan,dan area pertambangan. Dari survey saya, pertambangan di Indonesia ada dua jenis, yang pertama lewat jalan illegal,yang kedua non-ileggal. Biasanya yang membedakan illegal dan non-illegal adalah hak pertambangan meliputi pajak negara.
Penanaman
modal untuk pertambangan terhitung milyaran ataupun trilyunan. Sedangkan area
pertambangan di Indonesia tersebar dimana-mana. Investor-investor yang
menanamkan modalnya biasanya takut bangkrut,dikarenakan rupiah sangat kecil
nilainya.
Dari
pengalaman yang terjadi, di area pertambangan biasanya tertimbun dalam area
tersebut. Ini biasanya dikarenakan gempa atau retaknya lapisan tanah. Adapun
kecelakaan dikarenakan lalai atau ceroboh disaaat bekerja. Hal ini sering
terjadi di area pertambangan,dan tak ada satu orang pun yang tewas karena hal
seperti itu.
Biasanya
dapat dilihat bahwa dari sisi keamanan belum terjamin keselamatannya. Hal ini
menjadi bertambahnya angka kematian di area pertambangan. Memang jelas berbeda
dari pertambangan yang terdapat di negara meju. Negara mereka menggunakan
alat-alat yang lebih canggih lagi dari pada negara kita. Dan tingkat
keselamatan jauh lebih aman dari pada di negara ini.
Masalah
Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan Energi
Jumlah
penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan
energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi
manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan
listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber
energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif
terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi
fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.Pencemaran udara
terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga
mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan
kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh
penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada
sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar,
disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian
dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan
bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil
penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi
pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90%
(Bapedal, 1992).
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan:
Dampak Terhadap Udara dan Iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).
Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.
Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan:
Dampak Terhadap Udara dan Iklim
Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).
Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).
Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.
Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.
Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.
Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton
Dampak Terhadap Perairan
Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
Dampak Terhadap Tanah
Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.
Thanks to :
Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan Hidup Oleh Proses Pembangunan
Lingkungan
hidup adalah sebuah keindahan yang Tuhan berikan kepada kita manusia.Namun
semakin majunya manusia semakin memperburuk keadaan lingkungan sekitar manusia
termasuk juga alam yang di hidupin oleh manusia.Seperti yang kita pahami bahwa
setiap manusia memiliki keperluan dan kebutuhan masing masing sehingga untuk
melengkapi berbagai kebutuhan tersebut maka manusia membentuk sebuah proses
pembentukan berbagai jenis bangunan sehingga secara langsung membutuhkan banyak
lahan kosong dan lahan yang tidak dipakai untuk digunakan sebagai lahan
pembangunan.Oleh sebab pembangunan tersebut maka terlihat sudah kemajuan dari
kehidupan manusia tersebut,dan karena adanya kemajuan dari manusia di bidang
pembangunan maka lingkungan pun ikut rusak oleh ada nya pembangunan yg tanpa
henti dan dengan kecepatan yg tak terbendung oleh alam maka lingkungan pun
menjadi korban dari derasnya kecepatan dari proses pembangunan.
Contoh contoh
dari pencemaran dan perusakan lingkungan oleh proses pembangunan adalah :
1.Sungai yg
terinfeksi oleh limbah pabrik yang tidak bertanggung jawab
2.Berbagai
sungai yang di jadikan tempat tinggal oleh sebagian orang
3.Banjir yang
menyerang setiap daerah di Indonesia kurang lebih di sebabkan intrastruktur
pembangunan yang tidak rapi dan jelas
4.Berbagai
habitat hewan dan tumbuhan dijadikan tempat pemburuan dan pemukiman oleh warga
Etc
Maka dari itu
sebagai makhluk ciptaan manusia seharusnya dan sewajibnya melestarikan
lingkungan meski kecepatan pembangunan sangat deras dan tidak menutup
kemungkinan semakin cepat tergantung dari kemajuan manusia
Sekian.
Subscribe to:
Posts (Atom)