Love Indonesia

Love Indonesia

Monday, March 19, 2012

Tulisan 2 sem 2

I wish women would stop obsessing about the shape of their bodies. We are our own worst enemies.
Women are the ones who are setting the bar too high - we create an image of the perfect woman that is impossible to achieve.

And while we are busy obsessing and analysing every dimple of cellulite, our lives are passing us by.
We don’t want to get into a swimming costume, we don’t want to wear anything sleeveless or short or fitting or something that shows our waist or stomach or arms or legs or ankles or thighs or bottoms or face…

And while all this is going on, men are looking and us and thinking about what gorgeous lips or neck or hands or otherunmentionables we have or how nice our hair smells or how sexy we look when we walk or what they can see when we bend over.

My point? Men don’t notice the flaws. We do. They don’t care if we have cellulite at the back of our thighs. We do. We don’t care about the constant complaining that we do about our bodies. Men do. 

And who exactly are we trying to look good for?

So let’s set a challenge for ourselves; we will do the best with what we have and then get over the rest.

blog-tionary :

To obsess: to think/worry about something all the time
Enemy: the opposite of friend
Set the bar too high: to make standards/quality too high
To achieve: to do something successfully
Waist: middle of the body where we wear a belt
Unmentionables: things we cannot talk about 
Flaw: a part of something that is not perfect
Thigh: the top part of the leg that is above the knee 
To get over something: to feel better about something/recover from something (like heartbreak/illness)

Tulisan 1 sem 2

Pendapat saya mengenai hukum di Indonesia saat ini cukup bagus karena sudah cukup memaksa dan mengikat bagi setiap warga Negara Indonesia,namun banyak pengadil yang tidak menjalankan hukum itu dengan semestinya.Banyak yang terbebas dari jerat hukum,dan kasus yang banyak di loloskan itu pasti lah orang penting ataupun yang berhubungan dengan banyaknya uang yang di korupsikan atau juga hakim yang menerima suap juga  .
Maka daripada itu saya pikir lebih baik jika hakim yang ada di Indonesia di latih dengan gaya militer atau dengan cukup keras,agar mereka tak hanya “tergiur”oleh banyaknya uang,namun lebih mementingkan keadilan bagi umat manusia di Indonesia.Memang tak semua hakim seperti “koruptor”,tapi banyak hakim yang menarik perhatian masyarakat karena keputusannya yang meragukan dan membuat orang mengerutkan alis atas hasilnya,contohnya adalah kasus dari walikota Bekasi “Mochtar Muhammad”yang di bebaskan dari kasus suap atas hasil adipura yang tentunya berhubungan dengan pundi uang yang sangat banyak.Hal itu lah yang sedikit menarik perhatian dari pemerintah sehingga berusaha untuk membubarkan pengadilan tipikor di daerah-daerah.Mengapa harus membubarkan pengadilannya jika hakim nya lah yang memberikan hasil yang buruk,seperti halnya wasit di lapangan.Mungkin kepempinpinan wasit buruk apakah pertandingan itu dibatalkan dan membubarkan komite wasit,kan tidak.Jadi menurut saya pemerintah terlalu terburu-buru dan hanya mengambil langkah praktis untuk menyelesaikan masalah hukum.
Kemudian bicara mengenai hukum di Indonesia,banyak pepatah yang mengatakan bahwa hukum diciptakan untuk di langgar, paradigma inilah yang harus diperbaiki dan diubah konsepnya,jika tidak maka akan banyak orang di berbagai kalangan yang berpikir seperti pepatah tersebut.Salah satu caranya adalah memberikan KEADILAN sesuai dengan Pancasila,mengapa harus seperti itu?Karena pancasila adalah sebuah dasar Negara yang mana bertugas untuk menjadi penuntun kehidupan bangsa,jikalau para pengadil hukum tidak mengamalkan sesuai pancasila,maka seperti sekarang banyak sekali hukum yang seenaknya saja di putarbalikkan fakta dan sebagaimya.
Terakhir dari saya,saya amat berharap bahwa hukum akan seadil-adilnya dan sebijak-bijaknya sesuai dengan hukum yang ada,jujur saya sebagai anak muda yang katanya penerus bangsa cukup jengah dan bosan dengan BANYAKNYA KASUS di bidang politik dan bidang hukum di Indonesia tercinta ini.Agar kiranya kita bersama-sama dan bergotong royong,mengubah paradigma kita sebagai WNI yang sudah berangsur tidak percaya dengan hukum dan politik yang ada dengan cara menghukum seseorang yang pantas di hukum dan membebaskan orang yang pantas nya di bebaskan,Trims.SALAM DAMAI

Sunday, March 18, 2012

Tugas Ekonomi 1 semester 2

Definisi Perencanaan Ekonomi


Perencanaan merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang mencangkup keputusan- keputusan atau pilihan – pilihan berbagai alternatif penggunaan sumberdaya untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu pada masa yang akan datang (Conyers & Hills , 1994) Berdasarkan definisi diatas berarti ada empat elemen dasar perencanaan yaitu :
a. Merencanakan berarti memilih
b. Perencanaan merupakan alat pengalokasian sumberdaya
c. Perencanaan merupakan alat untuk mecapai tujuan
d. Perencanan untuk masa depan (Lincolin Arsyad,1999)

Arthur lewis dalam bukunya berjudul Development Planning (1966). Membagi perencanaan dalam 6 (enam) pengertian yaitu :
1. Istilah perencanaan seringkali dihubungkan dengan letak geografis, bangunan, tempat tinggal, bioskop dan lainnya. Di negara sedang berkembang hal ini sering disebut dengan istilah perencanaan
kota dan negara (town and country planning) atau perencanaan kota dan daerah (urban and regional planning).
2. Perencanaan mempunyai arti keputusan penggunaan dan pemerintah dimasa yang akan datang.
3. Ekonomi berencana adalah ekonomi dimana setiap unit produksi hanya memanfaatkan sumber daya manusia, bahan
baku, dan peralatan yang dialokasikan dengan jumlah tertentu dan menjual produknya hanya kepada perusahaan atau perorangan yang ditunjuk oleh pemerintah.
4. Perencanaan berarti setiap penentuan sasaran produksi oleh pemerintah.
5. Penerapan sasaran untuk perekonomian secara keseluruhan dengan maksud untuk mengalokasikan semua tenaga kerja, devisa, bahan mentah dan sumberdaya lainnya ke berbagai bidang perekonomian.
6. Untuk menggambarkan sarana yang digunakan pemerintah untuk memaksakan sasaran-sasaran yang ditetapkan.
7. Perencanaan sebenarnya merupakan suatu proses yang berkesinambungan dari waktu ke waktu dengan melibatkan kebijaksanaan (polycy) dari pembuat keputusan berdasarkan sumber daya yang tersedia dan disusun secara sistematis.


Pengarahan adalah suatu proses dimana pemerintah memberikan arahanya kepada para pedagang atau produsen untuk mengatur harga pasar dan juga mengatur barang eksport yang masuk ke pasaran
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapaian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Organisasi kewirausahaan, pada kali ini menunjukkan pada hasil-hasil proses pengorganisasian.
           Fungsi pengorganisasian sangat penting bagi sistem manajemen karena ia adalah mekanisme utama dengan mana wirausahawan mengaktifkan rencana-rencana. Pengorganisasian menciptakan dan mempertahankan hubungan antara semua sumber daya-sumber daya organisasional dengan menunjukkan sumber daya-sumber daya mana yang akan digunakan untuk aktifitas tertentu, dan kapan, dimana, dan bagaimana sumber daya tersebut digunakan. Suatu usaha pengorganisasian yang mendalam akan membantu wirausahawan didalam meminimalisasi kelemahan, seperti peniruan usaha dan sumber daya organisasional yang menganggur.
           Beberapa teorisi manajemen memandang fungsi pengorganisasian demikian pentingnya, sehingga mereka menyarankan diciptakannya dan difungsikannya departemen pengorganisasian dalam sistem manajemen. Bidang tanggungjawab dari departemen tersebut termasuk juga, (1) pengembangan rencana-rencana reorganisasi yang akan membuat sistem manajemen lebih efektif dan efisien, (2) mengembangkan rencana-rencana untuk memperbaiki keterampilan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan sistem manajemen sekarang ini, (3) berusaha untuk mengembangkan suatu iklim organisasional yang menguntungkan dalam sistem manajemen.
Lima langkah utama dalam proses pengorganisasian adalah :
1.) Tercermin dalam rencana-rencana dan tujuan-tujuan.
2.) Menetapkan tugas-tugas pokok.
3.) Membagi tugas-tugas pokok kedalam subtugas-subtugas.
4.) Alokasi sumber daya-sumber daya  dan pengarah bagi subtugas-subtugas.
5.) Mengevaluasi hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan.
  
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian, adalah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian dan sekaligus bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang sedang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan semula. Dalam pelaksanaan kegiatan controlling, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokkan serta mengusahakan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yang ingin dicapai.
           Pengawasan dalam manajemen pada dasarnya diarahkan untuk menghindari kemungkinan penyimpangan atas tujuan yang akan dicapai suatu organisasi. Dalam kaitannya dengan lembaga keuangan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya korupsi, penyimpangan serta pemborosan yang ditujukan pada aparatur negara atau lembaga pemerintahan yang mengelola anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dengan dijalankannya pengawasan tersebut, diharapkan mekanisme anggaran negara dapat berjalan sebagaimana dikehendaki semula sesuai dengan rencananya, serta benar-benar terjamin APBN yang akan dipakai untuk tujuan bernegara. Hal ini sejalan dengan konsep manajemen, dimana pengawasan merupakan usaha untuk menjaga agar suatu pekerjaan dapat memperkecil timbulnya hambatan-hambatan, yang jika telah terjadi dapat segera diketahui dan dilakukan tindakan-tindakan perbaikannya. Pengawasan yang perlu dilakukan adalah yang seimbang antara pegangan pada rule of law dan orientasi pencapaian tujuan (mission driven), menegakkan kebenaran formal dan kebenaran materiil, dan mencakup pengawasan preventif dan kuratif, serta berdasarkan keseimbangan azas praduga tidak bersalah dan azas pembuktian terbalik.
           Melihat kondisi birokrasi dan pemerintahan, Azhar Kasim menyatakan bahwa telah terjadi tiga permasalahan laten yang menyebabkan buruknya kualitas sistem manajemen kepemerintahan, yakni pengawasan yang masih difokuskan pada proses penyelenggaraan kegiatan birokrasi pemerintah dan penekanan masih pada ketaatan terhadap juklak dan juknis (rule driven) daripada pencapain tujuan (tupoksi) yang berorientasi pada mission driven, kapabilitas administrasi negara masih rendah dan fungsi pengawasan belum terintegrasi dengan baik kedalam siklus administrasi negara, paradigma pengawasan yang lebih menekankan pada upaya menegakkan kebenaran formal, yaitu kesesuaian dokumen dan laporan keuangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kurang menekankan pada upaya mencari kebenaran materiil (kenyataan sebenarnya) serta pratek pengawasan yang lebih menekankan pada upaya kuratif daripada preventif.
http://sintongjonatan-jonatan.blogspot.com/2011/04/pengorganisasian-ekonomi-economy.html 

Monday, December 26, 2011

To find true love, be your true self..

If you want to find a true love, you have to be yourself. I know this sounds obvious and easy, but I don’t think that it is. We are raised in a society where we learn what characteristics are desirable and which are not. Consequently, we try to mould ourselves around that image – as created by society and not by us.

We also try to live by the values and standards of other people – people that we admire or respect. While in many cases, it can be admirable and a good thing to follow the lead of someone we respect, it is not necessarily who we are. We may have personality traits that we don’t like because they are less desirable by society’s or our family’s standards and so we try to suppress those aspects of ourselves. It is this suppression that suppresses our authenticity. If you are going to be yourself, you cannot be half of yourself or most of yourself, you have to be your whole self, or you are trying to be someone else.

As soon as you are trying to be someone else, you are attracting a partner for someone else and the relationship will only succeed as long as you are happy to continue the façade.

You, as a whole person, good and bad, are lovable. Accept it, get used to it and then hold on, because here comes real love…

Communication

I find it amazing how many relationships fall apart because of something quite simple that is missing: communication. I watch many women going into great detail about their relationship problems with their friends, so that their friends have a much clearer idea of what the problem is than their partner. What is the purpose of that? How are we ever supposed to remedy any situation if our partners either a) don’t know what the problem is or b) don’t even know that there is a problem. I have made this mistake many times in my past and current relationship(s), but the good news is that I am finally learning. Every time I feel that I have been treated badly, I remember something essential: it is never my partner’s intention to hurt me. Therefore I need to stop feeling hurt, angry, affronted, etc, when I don’t need to be.

Most of my partner’s behaviour that may cause me upset, it actually a result of a misunderstanding or a miscommunication.

You can see now that simple communication can fix these hurt feelings. There is often no way to prevent the situations from happening, but the anger and upset can be avoided if we just remember that our partner was not intending to hurt us. This immediately makes us look for a more reasonable and probably more likelyexplanation.

The next challenge of course is for us to stop enjoying the drama of hurt feelings. Spend that energy elsewhere.

Pengertian Biaya Produksi dan Fungsi Produksi

Pengertian Biaya
BIAYA = COST :
SEMUA PENGELUARAN YANG DAPAT DIUKUR DENGAN UANG, BAIK YANG TELAH, SEDANG, MAUPUN YANG AKAN DIKELUARKAN UNTUK MENGHASILKAN PRUDUK.

BIAYA = NILAI UANG YANG DIKELUARKAN UNTUK MENGGANTIKAN MANFAAT YANG DIPEROLEH.

BIAYA  (COST)  DIANGGAP AKAN MEMBERI  MANFAAT PADA MASA YANG AKAN DATANG,

ISTILAH ONGKOS (EXPENSE) DIGUNAKAN SBG BIAYA YG DIKELUARKAN UNTUK MENGHASILKAN PRESTASI.

PENGGOLONGAN BIAYA:
BERDASARKAN PROSES / KLASIFIKASI
SECARA NATURAL
(KETERLIBATAN BIAYA DLM PEMBUATAN PRODUK): 
        a. BIAYA MANUFAKTURING ATAU PRODUKSI
                JENIS BIAYA:       
                - BIAYA METERIAL LANGSUNG,
                - UPAH/BIAYA PEKERJA/TENAGA KERJA LANGSUNG
                - BIAYA OVERHEAD PABRIK (TIDAK LANGSUNG)

        b. BIAYA KOMERSIL :
                - BIAYA ADMINISTRASI
                - BIAYA PEMASARAN / MARKETING & DISTRIBUSI

PERKIRAAN BIAYA :
The art of approximating kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan didasarkan atas informasi terkini.

ANGGARAN BIAYA :
Perencanaan rinci perkiraan biaya dari kegiatan yang dikaitkan dengan waktu.


2.BERDASARKAN VOLUME PRODUKSI
BIAYA = FUNGSI ( VOLUME, WAKTU KERJA).
BIAYA TOTAL  = (BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL + BIAYA SEMI VARIABEL)

       
a.   BIAYA BERUBAH (VARIABLE COST) 
PERUBAHANNYA BERBANDING  PROPOSIONAL DENGANVOLUME PRODUKSI

b.   BIAYA TETAP (FIXED COST)
BIAYA YG TIDAK BERUBAH DAN BUKAN FUNGSI DARI PERUBAHAN VOLUME PRODUKSI, BIAYA INI TIMBUL SAAT PABRIK BERPRODUKSI MAUPUN TIDAK BERPRODUKSI.

Contoh Biaya
BIAYA TETAP:
GAJI MANAJER
DEPRESIASI ALAT / MESIN
SEWA, ASURANSI, PATEN
PERAWATAN MESIN

BIAYA VARIABEL:
HARGA MATERIAL, BAHAN BAKAR
UPAH BURUH LANGSUNG
BIAYA  ENERGI,REKLAMASI
BIAYA LEMBUR

BIAYA SEMI VARIABEL :
SUPERVISI, INSPEKSI, BIAYA PERSEDIAAN
ENERGI, GAJI PERSONEL HUMAS
ASURANSI KESEHATAN, KOMPENSASI ASURANSI
PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN / PERALATAN



Untuk menjalankan produksi diperlukan tenaga kerja, bahan-bahan dasar, alat-alat dan mesin, bahan bakar, dan sebagainya, yaitu sumber-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Untuk menentukan harga jual produk serta untuk dapat menentukan apakah suatu usaha itu rendabel, semua biaya produksi harus diperhitungkan dengan seteliti mungkin. Perhitungan semua biaya yang perlu dikeluarkan untuk menghasilkan suaru barang/jasa sampai barang tersebut terjual disebut “kalkulasi harga pokok“.
Pengertian Biaya
Dalam ilmu ekonomi biaya diartikan, semua pengorbanan yang perlu untuk suatu proses produksi, dinyatakan dalam uang menurut harga pasar yang berlaku. Dalam definisi ini ada empat unsur yang perlu diperhatikan:
a.Pengorbanan
Pengorbanan yang sesungguhnya adalah pemakaian faktor-faktor produksi atau sumber-sumber ekonomis bahan-bahan yang harus dipakai, waktu dan tenaga yang dicurahkan, peralatan dan mesin yang terpakai, upah karyawan yang harus dibayar, dan sebagainya.
Masalah pertama yang dihadapi oleh produsen adalah menentukan berapa jumlah pengorbanan tersebut. Untuk itu semua pengorbanan harus diukur dengan teliti (dikuantitatifkan): berapa kg bahan yang habis terpakai, berapa jam kerja yang telah dicurahkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, berapa jam mesin yang diperlukan untuk pembuatan suatu barang, dan sebagainya.
b.Pengorbanan yang perlu untuk produksi
Yang dihitung sebagai biaya hanyalah pengorbanan yang perlu saja, artinya yang tidak dapat dihindarkan. Jadi, pemborosan bahan atau waktu yang sebenarnya tidak perlu itu seharusnya tidak ikut dihitung sebagai biaya.
c. Dinilai dalam
Semua biaya produksi dinilai dalam uang. Pengeluaran yang memang harus dibayar dengan uang, seperti harga beli bahan-bahan atau gaji pegawai, sudah dengan sendirinya termasuk perhitungan biaya. Tetapi dapat tejadi bahwa ada hal-hal yang sebenrnya termasuk biaya produksi — tetapi tidak dibayar dengan uang. Misalnya, tenaga sendiri atau bahan-bahan yang diambil dari kebun sendiri. Karena tidak menyangkut pengeluaran uang, maka kerap kali juga tidak dihitung sebagai biaya. Padahal sebenarnya tenaga sendiri dan bahan-bahan itu juga harus ikut diperhitungkan sebagai biaya, meskipun tidak berupa pengeluaran uang.
Contoh lain adalah penyusutan gedung dan alat-alat produksi, yang betul-betul termasuk biaya, biar pun tidak ada satu sen pun dikeluarkan untuk itu. Biaya seperti itu, yang secara ekonomis harus dihitung sebagai biaya produksi tetapi bukan merupakan pengeluaran uang, sering juga disebut biaya implisit.
Bagaimana caranya pengorbanan atau biaya yang tidak menyangkut pengeluaran uangmmhamuadiperhituntglnan?Biaya-biaya tenanbundinilaidalamuaag,yammdiaannakan dengan harga yang umum berlaku dalam masyarakat untuk hal-hal seperti itu. Misalnya, harga pasar untuk basil kebun sendiri, untuk upah tarif yang bertaku umum, dan seterusnya. Cara ini dalam ilmu ekonomi disebut biaya alternadf (alternative cost atau opportunity cost).”
d. Menurut barna pasar yang berlaku
Kalau biaya harus dinilai dalam uang, nilai atau harga yang manakah yang harus dipakai? Di atas sudah disinggung bahwa yang dipakai adalah harga pasar yang berlaku.
Banyak orang memperhitungkan nilai bahan atau barang sama dengan harga yang dulu telah dibayar untuk membeli barang/bahan tersebut atau disebut “harga perolehan“. Tetapi berapa yang dulu dibayar untuk membeli suatu barang itu sebenarnya tidak penting lagi. Apalagi dalam masa kenaikan harga umum (inflasi). Agar suatu usaha bisa berjalan tarus (agar kontinuitas usaha terjamin), yang lebih panting adalah berapa harga yang harus dibayar sekarang kalau membeli barang yang sama lagi. Jadi yang dipakai sebagai pedoman untuk penentuan besarnya biaya dalam kalkulasi harga pokok adalah harga pasar yang berlaku sekarang (=pada saat penjualan) meskipun dahulu mungkin dibeli dengan harga yang lebih rendah atau lebih mahal.
Pustaka: Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Oleh Drs. T. Gilarso, SJ.

Sedangkan fungsi produksi adalah untuk membantu ekonomi secara umumnya dan juga untuk meningkatkan taraf hidup juga,dengan adanya produksi secara tidak lagnsung menambah lapangan kerja dan dapat menyediakan berbagai produk ke masyarakat luas


Sunday, November 6, 2011

Can men and women be just friends?

Can men and women be friends? I really do not think there is a definitive answer to this question. I think is depends on the circumstances and the people involved. It also depends largely on the depth of the friendship.
If you are not attracted to each other, then it is simple. However, it is more likely to be the case that one or other of you are not attracted to the other person but not both. In my experience, if I am friends with a man, it is usually because I am attracted to him or he is attracted to me. It goes without saying that if the attraction is mutual, then a friendship will be difficult.
I think the real problem here is the connection and depth of the friendship. I think that it is difficult for a man and a woman to be friends if a real connection develops – and if the friendship develops depth. I think it is only natural – when a heterosexual man and a woman have any kind of relationship – to have a question mark hanging over the relationship...even subconsciously.
Would you be able to have a friendship with a member of the opposite sex without wondering – at least once – what it would be like to be with them?
If, however, you have already been with the person and it didn’t work, then perhaps a friendship could work. You tried it. It didn’t work. You’ve accepted that and moved on. As long as one or other of you is not still in love.
So I guess the answer is to befriend people you are not attracted to – which seems unlikely since connection is attraction and still doesn’t help if they are attracted to you – or ensure that those kinds of friendships remain reasonably shallow

thanks to