Love Indonesia

Love Indonesia

Monday, December 26, 2011

To find true love, be your true self..

If you want to find a true love, you have to be yourself. I know this sounds obvious and easy, but I don’t think that it is. We are raised in a society where we learn what characteristics are desirable and which are not. Consequently, we try to mould ourselves around that image – as created by society and not by us.

We also try to live by the values and standards of other people – people that we admire or respect. While in many cases, it can be admirable and a good thing to follow the lead of someone we respect, it is not necessarily who we are. We may have personality traits that we don’t like because they are less desirable by society’s or our family’s standards and so we try to suppress those aspects of ourselves. It is this suppression that suppresses our authenticity. If you are going to be yourself, you cannot be half of yourself or most of yourself, you have to be your whole self, or you are trying to be someone else.

As soon as you are trying to be someone else, you are attracting a partner for someone else and the relationship will only succeed as long as you are happy to continue the façade.

You, as a whole person, good and bad, are lovable. Accept it, get used to it and then hold on, because here comes real love…

Communication

I find it amazing how many relationships fall apart because of something quite simple that is missing: communication. I watch many women going into great detail about their relationship problems with their friends, so that their friends have a much clearer idea of what the problem is than their partner. What is the purpose of that? How are we ever supposed to remedy any situation if our partners either a) don’t know what the problem is or b) don’t even know that there is a problem. I have made this mistake many times in my past and current relationship(s), but the good news is that I am finally learning. Every time I feel that I have been treated badly, I remember something essential: it is never my partner’s intention to hurt me. Therefore I need to stop feeling hurt, angry, affronted, etc, when I don’t need to be.

Most of my partner’s behaviour that may cause me upset, it actually a result of a misunderstanding or a miscommunication.

You can see now that simple communication can fix these hurt feelings. There is often no way to prevent the situations from happening, but the anger and upset can be avoided if we just remember that our partner was not intending to hurt us. This immediately makes us look for a more reasonable and probably more likelyexplanation.

The next challenge of course is for us to stop enjoying the drama of hurt feelings. Spend that energy elsewhere.

Pengertian Biaya Produksi dan Fungsi Produksi

Pengertian Biaya
BIAYA = COST :
SEMUA PENGELUARAN YANG DAPAT DIUKUR DENGAN UANG, BAIK YANG TELAH, SEDANG, MAUPUN YANG AKAN DIKELUARKAN UNTUK MENGHASILKAN PRUDUK.

BIAYA = NILAI UANG YANG DIKELUARKAN UNTUK MENGGANTIKAN MANFAAT YANG DIPEROLEH.

BIAYA  (COST)  DIANGGAP AKAN MEMBERI  MANFAAT PADA MASA YANG AKAN DATANG,

ISTILAH ONGKOS (EXPENSE) DIGUNAKAN SBG BIAYA YG DIKELUARKAN UNTUK MENGHASILKAN PRESTASI.

PENGGOLONGAN BIAYA:
BERDASARKAN PROSES / KLASIFIKASI
SECARA NATURAL
(KETERLIBATAN BIAYA DLM PEMBUATAN PRODUK): 
        a. BIAYA MANUFAKTURING ATAU PRODUKSI
                JENIS BIAYA:       
                - BIAYA METERIAL LANGSUNG,
                - UPAH/BIAYA PEKERJA/TENAGA KERJA LANGSUNG
                - BIAYA OVERHEAD PABRIK (TIDAK LANGSUNG)

        b. BIAYA KOMERSIL :
                - BIAYA ADMINISTRASI
                - BIAYA PEMASARAN / MARKETING & DISTRIBUSI

PERKIRAAN BIAYA :
The art of approximating kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan didasarkan atas informasi terkini.

ANGGARAN BIAYA :
Perencanaan rinci perkiraan biaya dari kegiatan yang dikaitkan dengan waktu.


2.BERDASARKAN VOLUME PRODUKSI
BIAYA = FUNGSI ( VOLUME, WAKTU KERJA).
BIAYA TOTAL  = (BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL + BIAYA SEMI VARIABEL)

       
a.   BIAYA BERUBAH (VARIABLE COST) 
PERUBAHANNYA BERBANDING  PROPOSIONAL DENGANVOLUME PRODUKSI

b.   BIAYA TETAP (FIXED COST)
BIAYA YG TIDAK BERUBAH DAN BUKAN FUNGSI DARI PERUBAHAN VOLUME PRODUKSI, BIAYA INI TIMBUL SAAT PABRIK BERPRODUKSI MAUPUN TIDAK BERPRODUKSI.

Contoh Biaya
BIAYA TETAP:
GAJI MANAJER
DEPRESIASI ALAT / MESIN
SEWA, ASURANSI, PATEN
PERAWATAN MESIN

BIAYA VARIABEL:
HARGA MATERIAL, BAHAN BAKAR
UPAH BURUH LANGSUNG
BIAYA  ENERGI,REKLAMASI
BIAYA LEMBUR

BIAYA SEMI VARIABEL :
SUPERVISI, INSPEKSI, BIAYA PERSEDIAAN
ENERGI, GAJI PERSONEL HUMAS
ASURANSI KESEHATAN, KOMPENSASI ASURANSI
PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN / PERALATAN



Untuk menjalankan produksi diperlukan tenaga kerja, bahan-bahan dasar, alat-alat dan mesin, bahan bakar, dan sebagainya, yaitu sumber-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Untuk menentukan harga jual produk serta untuk dapat menentukan apakah suatu usaha itu rendabel, semua biaya produksi harus diperhitungkan dengan seteliti mungkin. Perhitungan semua biaya yang perlu dikeluarkan untuk menghasilkan suaru barang/jasa sampai barang tersebut terjual disebut “kalkulasi harga pokok“.
Pengertian Biaya
Dalam ilmu ekonomi biaya diartikan, semua pengorbanan yang perlu untuk suatu proses produksi, dinyatakan dalam uang menurut harga pasar yang berlaku. Dalam definisi ini ada empat unsur yang perlu diperhatikan:
a.Pengorbanan
Pengorbanan yang sesungguhnya adalah pemakaian faktor-faktor produksi atau sumber-sumber ekonomis bahan-bahan yang harus dipakai, waktu dan tenaga yang dicurahkan, peralatan dan mesin yang terpakai, upah karyawan yang harus dibayar, dan sebagainya.
Masalah pertama yang dihadapi oleh produsen adalah menentukan berapa jumlah pengorbanan tersebut. Untuk itu semua pengorbanan harus diukur dengan teliti (dikuantitatifkan): berapa kg bahan yang habis terpakai, berapa jam kerja yang telah dicurahkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, berapa jam mesin yang diperlukan untuk pembuatan suatu barang, dan sebagainya.
b.Pengorbanan yang perlu untuk produksi
Yang dihitung sebagai biaya hanyalah pengorbanan yang perlu saja, artinya yang tidak dapat dihindarkan. Jadi, pemborosan bahan atau waktu yang sebenarnya tidak perlu itu seharusnya tidak ikut dihitung sebagai biaya.
c. Dinilai dalam
Semua biaya produksi dinilai dalam uang. Pengeluaran yang memang harus dibayar dengan uang, seperti harga beli bahan-bahan atau gaji pegawai, sudah dengan sendirinya termasuk perhitungan biaya. Tetapi dapat tejadi bahwa ada hal-hal yang sebenrnya termasuk biaya produksi — tetapi tidak dibayar dengan uang. Misalnya, tenaga sendiri atau bahan-bahan yang diambil dari kebun sendiri. Karena tidak menyangkut pengeluaran uang, maka kerap kali juga tidak dihitung sebagai biaya. Padahal sebenarnya tenaga sendiri dan bahan-bahan itu juga harus ikut diperhitungkan sebagai biaya, meskipun tidak berupa pengeluaran uang.
Contoh lain adalah penyusutan gedung dan alat-alat produksi, yang betul-betul termasuk biaya, biar pun tidak ada satu sen pun dikeluarkan untuk itu. Biaya seperti itu, yang secara ekonomis harus dihitung sebagai biaya produksi tetapi bukan merupakan pengeluaran uang, sering juga disebut biaya implisit.
Bagaimana caranya pengorbanan atau biaya yang tidak menyangkut pengeluaran uangmmhamuadiperhituntglnan?Biaya-biaya tenanbundinilaidalamuaag,yammdiaannakan dengan harga yang umum berlaku dalam masyarakat untuk hal-hal seperti itu. Misalnya, harga pasar untuk basil kebun sendiri, untuk upah tarif yang bertaku umum, dan seterusnya. Cara ini dalam ilmu ekonomi disebut biaya alternadf (alternative cost atau opportunity cost).”
d. Menurut barna pasar yang berlaku
Kalau biaya harus dinilai dalam uang, nilai atau harga yang manakah yang harus dipakai? Di atas sudah disinggung bahwa yang dipakai adalah harga pasar yang berlaku.
Banyak orang memperhitungkan nilai bahan atau barang sama dengan harga yang dulu telah dibayar untuk membeli barang/bahan tersebut atau disebut “harga perolehan“. Tetapi berapa yang dulu dibayar untuk membeli suatu barang itu sebenarnya tidak penting lagi. Apalagi dalam masa kenaikan harga umum (inflasi). Agar suatu usaha bisa berjalan tarus (agar kontinuitas usaha terjamin), yang lebih panting adalah berapa harga yang harus dibayar sekarang kalau membeli barang yang sama lagi. Jadi yang dipakai sebagai pedoman untuk penentuan besarnya biaya dalam kalkulasi harga pokok adalah harga pasar yang berlaku sekarang (=pada saat penjualan) meskipun dahulu mungkin dibeli dengan harga yang lebih rendah atau lebih mahal.
Pustaka: Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Oleh Drs. T. Gilarso, SJ.

Sedangkan fungsi produksi adalah untuk membantu ekonomi secara umumnya dan juga untuk meningkatkan taraf hidup juga,dengan adanya produksi secara tidak lagnsung menambah lapangan kerja dan dapat menyediakan berbagai produk ke masyarakat luas


Sunday, November 6, 2011

Can men and women be just friends?

Can men and women be friends? I really do not think there is a definitive answer to this question. I think is depends on the circumstances and the people involved. It also depends largely on the depth of the friendship.
If you are not attracted to each other, then it is simple. However, it is more likely to be the case that one or other of you are not attracted to the other person but not both. In my experience, if I am friends with a man, it is usually because I am attracted to him or he is attracted to me. It goes without saying that if the attraction is mutual, then a friendship will be difficult.
I think the real problem here is the connection and depth of the friendship. I think that it is difficult for a man and a woman to be friends if a real connection develops – and if the friendship develops depth. I think it is only natural – when a heterosexual man and a woman have any kind of relationship – to have a question mark hanging over the relationship...even subconsciously.
Would you be able to have a friendship with a member of the opposite sex without wondering – at least once – what it would be like to be with them?
If, however, you have already been with the person and it didn’t work, then perhaps a friendship could work. You tried it. It didn’t work. You’ve accepted that and moved on. As long as one or other of you is not still in love.
So I guess the answer is to befriend people you are not attracted to – which seems unlikely since connection is attraction and still doesn’t help if they are attracted to you – or ensure that those kinds of friendships remain reasonably shallow

thanks to

there's no such thing as perfect love

Something that I think is essential information for anyone in a committed or long-term relationship
– or anyone hoping to one day be in a committed or long-term relationship is that things will not
always be perfect.
I know this sounds obvious, but you’d be surprised how many people enter into relationships and
marriages with unrealistic expectations. They think that if you love someone, that love will always
automatically be there and as long as the love is there, everything else will fall into place. That kind
of thinking puts a lot of pressure on the partner involved and indeed on the relationship.
The fact is, in any long-term relationship, love takes work. It needs to be nurtured. There will be
days when you wake up and don’t feel like being with that person. There will be times when you
look at your partner and think, ‘Who are you?’ or ‘I am not attracted to you.’
The important – and in fact, crucial – thing to remember here is that the feeling will most likely
pass. Of course, if you find yourself thinking that all the time, then maybe it is time to move on, but
in general, these feelings come and go in a relationship. It’s vital that you accept that as a normal
part of a relationship and don’t overanalyse it. Go with it and you will soon find yourself back in
love with that person wondering what happened and so grateful that you didn’t throw in the towel



Thanks to
http://www.fb.co.id/blogs/6425/789/there-s-no-such-thing-as-perfect

Just when you thought your love life was great..

What happens if you get married and for many years you are happily married until you meet the person you feel you should have married?
Is it really true that this is the person you should have married? Do we have more than one soul mate? Will we meet another person in another few years who could also have been the person we should have married? Is it that in the intervening years, you have changed? Or your needs and values have changed? Or is it that you didn’t know what you wanted until you met this person?
Whatever the reason, what do you do about it? It’s obviously imperative that you ascertain whether this feeling is really about the person involved or whether it is about something going on in your life. Maybe you are bored in your current relationship – and there is no guarantee that you wouldn’t be bored with this new person either in a few years. And if you are bored, you need to take accountability for that. Relationships don’t look after themselves, they need to be created and nurtured. Half of that is up to you.
But I digress: what happens if you genuinely believe that this new person is the right one for you? I think this must be one of the toughest decisions in life. It’s such a risk to leave your current partner and hope that the new relationship works. Could you live with your decision either way? There could be so much anger and hurt and yet, we only get one life, shouldn’t we be happy?
thanks to

Eyes and Ears

Men fall in love through their eyes. They are attracted by beautiful things. That’s pretty obvious. In contrast, women fall in love through their ears. what do I mean? I mean a man can win a woman over by telling her the ‘right’ things...so that she hears all the ‘right’ things. So let this be a warning to all women out there: be careful ofsmooth talkers. These are the men that are brilliant at charming women. The know what to say and when to say it and how to make a women feel good. On the outside, it may sound like a good thing – and it can be if he is your partner and he only charms you, but these kind of men are usually not content with charming only one women. It’s a skill and a talent and should be used and enjoyed by many.

I am not suggesting that should you encounter one of these sweet talkers, you shouldn’t enjoy the attention – you absolutely should. But I do think that if you want to avoid a potentially hurtful situation, you should be aware of their charming ways. Make sure that before you react to anything they say, that you give yourself some breathing room and some perspective. You will find that once you are away from them, you think a little more clearly. And to all those sweet talkers out there...don’t stop. We love it. We just have to learn to be in control..

Sunday, October 30, 2011

KONSEP PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Permintaan
Pengertian Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu.
Masyarakat selaku konsumen harus membeli barang atau jasa keperluannya di pasar. Keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat harga tertentu. Adanya berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan adanya kondisi yang mempengaruhi. Adapun unsure-unsur yang terdapat pada permintaan yakni barang atau jasa, harga dan kondisi yang mempengaruhi. Jadi permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga.

Hukum Permintaan
Hukum ekonomi berlaku ceteris paribus (diluar obyek yang diselidiki, keadaannya tetap tidak berubah). Singkatnya hukum permintaan adalah :
“ Permintaan akan bertambah apabila harga turun dan akan berkurang apa bila harga naik”.
Hukum permintaan tersebut dilatari oleh kenyataan bahwa orang harus memenuhi kebutuhannya sebatas anggaran atau pendapatan tertentu. Muncul masalah disini mengapa manusia harus memenuhi berbagai kebutuhan, sementara anggaran yang dimilikinya terbatas? Alasannya, setiap benda pemenuhan kebutuhan mempunyai kegunaan (utilitas)nya masing-masing sehingga orang akan berupaya memenuhi kebutuhan dengan menyamakan pertambahan kegunaan (utilitas marginal) benda pemuas kebutuhan yang dikonsumsinya.
Hukum permintaan berbunyi: apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:
naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan
naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1.         konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2.         Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3.         Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4.         Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5.         Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen


Penawaran
Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan  pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.
Dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen, pihak produsen menyediakan berbagai barang dan jasa. Barang dan jasa hasil produksi ini kemudian dijual kepada konsumen di pasar menurut tingkat harga tertentu. permintaan bersangkut paut dengan pembelian dan pemakainan sedangkan penawaran bersangkut paut dengan peneyediaan dan penjualan. Jadi penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada berbagai tingkat harga dan situasi.

Hukum Penawaran
Hukum penawaran berbunyi: bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Supply)
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai factor



Thanks to
1. Wikipedia
3. http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Permintaan_Dan_Penawaran_Serta_Terbentuknya_Harga_Pasar_8.2_(BAB_17)#5._Kurva_Permintaan

Wednesday, October 19, 2011

Tugas Ekonomi 1

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan 

Ilmu ekonomi meninjau obyeknya yaitu masyarakat dari sudut usahanya untuk mencapai kemakmuran. Dengan demikian, definisi ilmu ekonomi adalah sebagai berikut: “Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran”. Apa yang dimaksud dengan kemakmuran? Kemakmuran adalah suatu keadaan di mana manusia dapat memenuhi kebutuhannya, baik berupa barang maupun jasa.

Dari definisi di atas, jelas bahwa untuk mencapai kemakmuran, manusia harus berusaha. Manusia harus mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mendapat barang dan jasa yang dibutuhkannya. Barang dan jasa itu harus dicari dan harus diusahakan untuk dapat dimiliki. Manusia harus berusaha untuk mendapatkannya, karena barang dan jasa itu jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan permintaan terhadapnya. Pada umumnya barang-barang itu bersifat ekonomi, artinya untuk mendapatkannya harus dikorbankan sesuatu. Ada barang yang tidak perlu mengorbankan sesuatu untuk memperolehnya. Benda-benda seperti ini disebut benda-benda tidak ekonomis atau benda-benda bebas. Benda-benda seperti ini tidak masuk perhatian ilmu ekonomi. Yang menjadi perhatian ilmu ekonomi adalah benda-benda yang bersifat ekonomis tersebut.

Istilah ekonomi bersumber dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu 'oiku' dan 'nomos' yang berarti aturan-aturan dalam rumah tangga. Pada dasarnya ia menerangkan tentang prinsip-prinsip di dalam menggunakan pendapatan rumahtangga sehingga menciptakaan kepuasan yang maksimum kepada rumahtangga tersebut.
Arti dari istilah 'ekonomi' di atas tidaklah memberikan gambaran yang tepat tentang hal-hal yang dianalisa oleh ilmu ekonomi. Namun demikian daripadanya sudah dapat dibayangkan pokok persoalan yang dianalisa dalam ilmu ekonomi.
Analisa ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: ilmu ekonomi deskriptif, teori ekonomi dan ilmu ekkonomi 'applied'.
1. Ilmu ekonomi deskriptif. Bidang ilmu ekonomi adalah analisa ekonomi yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam perekonomian.
2. Ilmu ekonomi 'applied'. Bidang ilmu ekonomi ini lazim disebut juga sebagai ilmu ekonomi kebijaksanaan. Ia adalah cabang ilmu ekonomi yang menelaah tentang kebijaksanaan yang perlu dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi.

 
 Ilmu ekonomi deskriptif adalah kajian yang memaparkan secara apa adanya tentang kehidupan ekonomi suatu daerah atau negara pada suatu masa tertentu. Misalnya:
Ekonomi Indonesia pada tahun 70-an.

Ilmu ekonomi terapan merupakan cabang ilmu yang membahas secara khusus tentang penerapan teori ekonomi dalam suatu rumah tangga produksi, misalnya: ekonomi perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, dsb.

Pelaku ekonomi utama dalam perekonomian Indonesia :
1. Rumah Tangga Konsumsi /RTK
Rumah tangga konsumsi merupakan unit ekonomi yang paling kecil. Rumah tangga konsumsi adalah pemilik atau penyedia jasa dari berbagai faktor produksi. Faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga akan digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa. Rumah tangga konsumsi juga akan menggunakan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhannya.
Peran Rumah Tangga Konsumsi adalah :
1) Konsumen
2) Pemasok atau pemilik faktor produksi
Faktor produksi ada 4 macam yaitu :
1) Alam
2) Tenaga kerja
3) Modal
4) Skill/keahlian
Dari keempat faktor produksi tersebut yang termasuk faktor produksi asli yaitu alam dan tenaga kerja sedangkan faktor produksi turunan terdiri dari modal dan skill
Balas jasa dari faktor produksi yaitu :
1) Alam : sewa tanah
2) Tenaga kerja : upah/gaji
3) Modal : bunga modal
4) Skill/keahlian : laba

2. Rumah Tangga Produksi/RTP/Perusahaan
Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh satu atau beberapa orang yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Perusahaan merupakan tempat berlangsungnya produksi.
Peran Perusahaan sebagai pelaku ekonomi yaitu :
1) Produsen : menghasilkan barang dan jasa
2) Pengguna faktor produksi : menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
3) Agen pembangunan : membantu pemerintah dengan menjalankan kegiatan pembangunan

3. Pemerintahan
Pemerintahan mencangkup semua lembaga atau badan pemerintahan yang memiliki wewenang dan tugas mengatur ekonomi. Dan pemerintah terjun langsung dalam kegiatan ekonomi melalui perusahaan negara (BUMN/BUMD).
Peran Pemerintah sebagai pelaku ekonomi yaitu :
1) Pengatur : mengatur perekonomian negara sehingga tercipta stabilitas ekonomi agar tidak merugikan masyarakat
a) pengaturan ekonomi secara langsung
contoh : perizinan, pengendalian lingkungan, pembayaran pajak, peraturan biaya tarif, penghapusan peraturan-peraturan yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi
b) pengaturan ekonomi secara tidak langsung
contoh : pemberian insentif bagi produsen untuk memproduksi barang tertentu, himbauan pemerintah agar konglomerat menyerahkan 2,5% keuntungannya untuk mengentaskan kemiskinan
2) Konsumen : membutuhkan barang dan jasa dalam menjalankan tugasnya
3) Produsen : menghasilkan barang dan jasa melalui perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD)
Regulasi : pengaturan kegiatan ekonomi secara langsung, sehingga pemerintah dapat menata kehidupan perekonomian sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pihak pun yang dirugikan
Deregulasi : upaya penghapusan regulasi yang dinilai menghambat perekonomian

4. Masyarakat Luar Negeri
Peranan masyarakat luar negeri sebagai pelaku ekonomi adalah :
1) Perdagangan
2) Pertukaran tenaga kerja
3) Penanaman modal
4) Pemberian pinjaman
5) Pemberian bantuan

Kebijakan pemerintah dalam ekonomi
 Kebijakan Moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untukmencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.
  Kebijakan Fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan menstabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
        Contoh dari kebijakan fiskal yang dibuat oleh pemerintah salah satunya adalah BLT(Bantuan Langsung Tunai). Banyak orang yang menganggap bahwa BLT hanya bantuan untuk rakyat yang kurang mampu. Sebenarnya tujuan pemerintah memberikan BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat maka daya beli mereka juga semakin meningkat. Dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. Meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang ada sehingga proses ekonomi di Indonesia akan menjadi lancar.